Pengertian Internal Link dan Hubungannya Dengan Bounce rate

Internal link dipakai pada sebuah artikel biasanya dibuat untuk membantu pengunjung saat memahami konten dan bernavigasi, masih banyak blogger yang berpikiran bahwa internal link itu tidak memiliki faktor yang mempengaruhi mesin pencari.

pengertian internal link secara lengkap

Perlu diketahui fungsi dasar dari internal link itu adalah sebagai navigasi antara satu konten dengan konten lainnya yang akan lebih membantu pengunjung saat membaca dan memahami isi sebuah artikel. Internal link akan dianggap keberadaanya oleh mesin pencari (Google Bot) sehingga akan sangat penting untuk belajar mengenai internal link ini.

Cara Kerja Internal Link

Internal link dibuat pada sebuah halaman artikel dan diletakan satu link yang menuju artikel lainnya pada sebuah blog, tentu saja yang harus diperhatikan dalam internal ini yaitu anchor text dan artikel yang dituju harus relevan (berkaitan) dengan artikel sebelumnya.

Fungsi Internal Link

Banyak sekali fungsi dari internal link ini, selain hanya untuk meningkatkan artikel agar page one dan membuat artikel kuat saat berada di halaman mesin pencari, di antara beberapa fungsinya adalah sebagai berikut :

  1. Mempermudah pengunjung saat bernavigasi
  2. Mempermudah pengunjung dalam memahami konten artikel
  3. Membuat pengunjung betah untuk singgah berlama-lama
  4. Mengembangkan SEO Blog
  5. Optimasi Internal Linking
  6. Mempermudah Indeks Artikel dan Halaman
  7. Mempercepat Perayapan Google Bot
  8. Meningkatkan kata kunci yang di targetkan
  9. Meningkatkan Struktur Data Blog
  10. Memperkuat Posisi Artikel Di Mesin Pencari

Ketika internal link tersebut dibuat dengan benar maka akan menghasilkan sebuah pencarian yang saling berkaitan. Ketika kita mencari “pakar seo indonesia” maka yang ditampilkan bukan hanya artikel yang membahas “pakar seo indonesia” saja, melainkan juga akan menampilkan profile yang terdapat pada blog tersebut.

membangun internal link

Mengapa Posisi Artikel Bisa Tergeser?

Dalam SEO, tidak ada yang namanya tetap dan pasti berubah-ubah. Jika di ibaratkan sebuah waktu maka SEO itu adalah musim panennya sebuah pagi, ada kala subur dan ada kala kena hambatan. Maka dari itulah internal link in dibuat, saat ada artikel yang saling berkaitan maka artikel yang dikunjungi juga akan membantu artikel yang dikaitkan  menjadi naik, apalagi jika pengunjung tersebut melihat isi konten dari internal link tersebut. Tipsnya adalah buatlah sebuah internal link yang saling berhubungan agar pengunjung dapat tertarik untuk melihat isi dari link tersebut.

Hubungan Internal Link Dengan Bounce rate

Internal link dan bounce rate ini saling memiliki hubungan yang di mana memang dengan banyaknya internal link akan membuat naiknya nilai bounce rate, tetapi hal itu akan terjadi jika internal link diletakan secara berdekatan, sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya kita pahami dulu apa itu bounce rate.

Pengertian Bounce rate

Bouce rate merupakan ukuran pada sebuah tindakan dari penunjung dan berapa lama tayangan pada sebuah halaman tersebut, lalu akan dihitung dengan menggunakan hitungan berikut:

Total pengunjung yang membuka halaman + lamanya tayangan x 100%

Tidak susah dalam praktiknya, misalnya jika blog michzo memiliki pengujung sejumlah 1000 dan ada 700 orang yang hanya berkunjung pada 1 halaman saja, kemudian pergi meninggalkan blog. maka :

700 / 1.000 x 100% = 70%

Perlu diketahui bahwa semakin banyak pengunjung yang datang lalu pergi meninggalkan blog maka nilai bounce rate akan naik dan itu akan berdampak buruk untuk blog. Letakanlah internal secara berjauhan agar pengunjung dapat membaca dulu dan berlama-lama diartikel tersebut lalu kemudian dia akan bernavigasi menuju artikel selanjutnya dengan menggunakan internal link yang dibuat pada sebuah anchor text.

Berapa Nilai Yang Baik Untuk Bounce rate?

Dari beberapa sumber mengatakan di mana nilai bounce rate itu idelanya adalah 20% sampai 45% saja, jika sudah melebihi 45% maka kita harus optimasi kembali artikel dan konten yang terdapat pada blog. Meskipun belum tahu berapa pastinya, patokan nilai bounce rate ini sudah dipakai oleh blogger-blogger lainnya termasuk saya.

Bagaimana Cara Melihat Bounce rate?

Baik jika sudah bisa menghitung bounce rate maka kita bisa melihat nilai dari bounce rate kita, caranya dengan membuka https://www.alexa.com/siteinfo/blogkamu.com , ubah blogkamu.com menjadi url blog kamu ya. Maka akan ada data seperti berikut ini :

contoh bounce rate

Penyebab Tingginya Bounce rate

Jika nilai bounce rate tinggi maka akan menyebabkan menurunnya kualitas blog, dibawah ini merupakan penyebab nilai bounce rate yang membesar :

  1. Kurangnya Artikel dan Halaman

Jika artikel dan halaman pada sebuah blog hanya sedikit maka pengunjung hanya akan membaca dan melihat artikel itu saja, tidak ada artikel dan halaman lain yang dapat dikunjungi dan dibaca, buatlah setidaknya 10 artikel dan 5 halaman untuk membuat pengunjung berlama-lama di blog.

2. Blog Yang Berat

Penjung yang berkunjung biasanya akan menunggu halaman blog berhasil dimuat, jika blog memiliki kecepatan di atas 5 detik biasanya pengunjung akan malas untuk melanjutkan kunjungan, seketika blog sudah dibuat 40% dan pengunjung sudah melihat sebagian isi konten lalu dia akan pergi karena sambungan dari konten artikel tersebut tidak ada.

3. Penggunaan Iklan Pop Up

Berhentilah mempersulit pengunjung, ini adalah persoalan serius bagi blog bacaan seperti blog yang menyediakan tutorial, cerpen, dan berita. Mengapa bisa? hal itu disebabkan pengunjung yang salah dalam menutup jendela browser, ketika akan menutup iklan tetapi yang tertutup adalah halaman blog dan yang ditampilkan hanya iklan saja, selain akan merusak bounce rate blog, pengunjung juga tidak akan menyukai blog tersebut.

Cara Memperkecil Bounce rate

Lakukanlah hal sebaliknya dari 3 penyebab diatas, seperti :

  1. Mempercepat blog

Mengapa harus cepat? banyak kok pengunjung yang sabar. Banyak orang yang berbicara seperti itu namun kenyataannya kecepatan internet di Indonesia ini belum secepat diluar negeri, masih banyak orang di pedalaman yang jauh dari kota dan kesulitan untuk mendapatkan koneksi yang cepat. Kita harus memikirkan hal seperti itu, misanya jika blog kita memiliki keepatan sebesar 5 detik dan diakses oleh jaringan lemot, maka ada kemungkinan blog kita akan berhasil dimuat dalam waktu 8 detik dan bagaimana nasib pengunjung yang menggunakan jaringan 3G? apakah akan menunggu sampai loading blog 10 detik? tentu saja akan ada batasnya mereka untuk menungu, cobalah percepat blog kita dengan cara mempercepat blog jika menggunakan blogspot sebagai media ngeblog dan bila menggunakan layanan wordpress self-hosted seperti saya faktor yang menjadi cepat dan lambatnya blog itu terdapat pada hostingannya, pilihlah hosting terbaik untuk digunakan sebagai host blog wordpress ktia.

2. Buatlah Artikel Yang Berkualitas

Dengan banyaknya jumlah artikel dan halaman pada blog, maka jumlah kunjungan akan naik. Apalagi jika internal linknya diletakan dengan baik, maka kunjungan blog akan meningkat tanpa terjadinya penaikan bounce rate ini. Memang rasio pantul dari kunjungan akan selalu ada namun harus diusahakan sekecil mungkin.

3. Buatlah Judul Artikel Yang Mengundang

Seperti saya blang tadi, jika judul tidak menarik maka pengunjung tidak akan melihat isi artikel lainnya, lalu bagaimana caranya? di bawah ini tips dan trik untuk membuat pengunjung tertarik untuk membaca artikel saat melihat judul:

  • Buatlah judul yang membuat penunjung penasaran
  • Buatlah judul singkat, padat dan jelas
  • Buatlah judul yang saling berkaitan dengan artikel lain

Kita juga harus meletakan kata kunci yang sedang banyak diminati oleh pengunjung, cobalah untuk mempelajari cara research keyword seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.

Fungsi utama bounce rate

Kita tidak dapat menyimpulkan jika bounce rate tinggi maka akan sangat berdampak pada SEO blog, namun kita bisa mengusahakan setidaknya jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada blog kita dengan cara melihat aktifitas yang dilakukan oleh pengunjung bog kita. Tidak mungkin kita menanyakan pada setiap pengunjung yang datang, namun dengan adanya google analytic kita dapat melihat dan memantau bagaimana sih pengunjung saat ada diblog kita.

Kesimpulan

Jika kita melakukan dengan benar dalam pembuatan internal link, maka struktur blog kita akan baik dimata google sehingga mesin pencari akan membuat Google Bot senang saat merayapi halaman blog, banyak sekali dampak positif dan negatif dari sebuah internal link ini. Yang penting dari internal link ini adalah tingkat relevansi dan saling berhubungannya antara sebuah artikel dengan artikel lainnya.

Tinggalkan komentar